Volume Molar Parsial
Nama
: Tri Warni
NIM : F1C121062
Kelas : R002
PRAKTIKUM KIMIA FISIK LANJUT
POSTTEST-VOLUME MOLAR PARSIAL
Asisten Laboratorium :
Putri Ramadhanti, S.Si
Andreas Sihotang (F1C119051)
VOLUME
MOLAR PARSIAL
Volume molar parsial
merupakan kontribusi volume setiap komponen terhadap volume total suatu
larutan. Volume molar parsial suatu larutan adalah penambahan volume yang
terjadi bila 1 mol komponen yang ditambahkan pada larutan. Volume molar parsial
di dalam komponen berupa suatu campuran, maka dapat berubah jika komponennya
berada di lingkungannya. Molar atau moralitas dapat didefinisikan sebagai
jumlah mol zat yang terlarut dengan masa pelarut dalam kg sementara volume
molar parsial adalah kontribusi pada volume, dari suatu komponen dalam sampel
terhadap volume total. Volume total larutan sangat bergantung pada komposisi
pelarut dan zat terlarut teknik saat terjadi proses pelarutan maka zat terlarut
akan ter solvent dalam larutan sehingga molekul zat terlarut akan dikelilingi
oleh molekul-molekul pelarut banyaknya molekul pelarut yang mengelilingi zat
terlarut tergantung pada jenis zat pelarut dan terlarut yang menyebabkan zat
terlarut membutuhkan volume tertentu (Rohyami, 2018).
Perbandingan volume molar
parsial energi ionik logam alkali dan ion halida dalm air minum atau air murni
menunjukkan penurunan hidrasi hidrofobik. Menurut persamaan volume molar semua
harus bervariasi secara linear dengan akar kuadrat konsentrasi
garam. Densitas ukuran kepekatan atau kemampuan suatu zat merupakan
perbandingan antara massa dan volume zat itu sendiri. Nilai yang
diestimasikan dari kemampuan molar oksida dalam magma yang diukur titik
berdasarkan kepadatan dan viskositas senyawa yang telah dianalisis untuk mengevaluasi
dan mengetahui volume molar parsial, volume berlebih dan viskositas berlebih
juga. Sehingga didapatkan suatu nilai volume molar parsial yang menunjukkan
bahwa konsentrasi senyawa meningkat (Murthy, 2020).
Piknometer adalah
alat yang digunakan untuk mengukur nilai massa jenis atau densitas suatu
fluida. Piknometer terdiri dari tiga bagian yaitu tutup pikno, lubang, dan
gelia atau tabung ukur. Densitas ukuran kepekatan atau kemampuan suatu zat
merupakan perbandingan antara massa dan volume zat itu sendiri. Prinsip
kerja dari piknometer adalah perbandingan massa contoh tanpa udara pada suhu
dan volume tertentu dengan massa air pada suhu dan volume yang sama. Massa
jenis adalah pengukuran massa setiap satuan volume benda. Semakin tinggi massa
jenis suatu benda, maka semakin besar pula massa setiap volumenya
(Anggraini et al., 2017).
Sumber : http//:Alat Labor cara menggunakan, fungsi dan pengertian Piknometer.htm
Pada percobaan ini digunakan bahan yaitu aquades dan NaCl. Aquades merupakan senyawa netral yang mempunyai pH 7, tidak berbau dan tidak berwarna serta tidak berasa, dimana titik didih 100℃ dan merupakan senyawa yang stabil dengan rumus kimia H2O. Selanjutnya NaCl yang merupakan elektrolit kuat dan dapat dengan mudah berinteraksi dengan pelarut air, membentuk ion-ion yaitu Na+ dan Cl- yang didapat dalam air. NaCl berfungsi sebagai zat terlarut. Berikut adalah reaksi yang terjadi:
NaCl(aq)→Na+ (aq) + Cl- (aq)
Pengenceran dari larutan NaCl dengan
berbagai konsentrasi yaitu 0,5 M; 1 M; 1,5 M; 2 M; dan 2,5 M. Dalam menentukan
volume molar dari larutan dapat diketahui dengan mengukur berat jenis
larutan NaCl. Fungsi mengukur massa jenis bertujuan untuk mengetahui hubungan
antara konsentrasi dengan molar parsial.
Perhitungan molal
parsial dapat dilakukan dengan metode grafik maupun metode analitik titik pada
metode grafik nilai J diplot sebagai suatu fungsi komposisi larutan dengan
menjaga semua komposisi pada komponen lain tetapi kecuali satu. Jika plot ini
linear, kemiringan garis tersebut akan menjadi besaran molal parsial dari
komponen itu. Sifat molal parsial dari komponen-komponen tidak bergantung pada
konsentrasi titik sedangkan dengan metode analitik, jika eksistensif dapat
dinyatakan sebagai suatu fungsi aljabar dari komposisi tersebut. Komposisi,
suhu, tekanan dan berat jenis merupakan besaran intensif yaitu besaran
yang nilainya tidak bergantung pada besar kecilnya arus bahan. Sedangkan untuk
volume, energi dan kerja merupakan besaran ekstensif yang nilainya mengikuti
besar kecilnya bahan yang ditinjau titik di mana nilai dari suatu variabel yang
dihitung dari perancangan alat (Rusman, 2018).
Perbedaan
konsentrasi larutan NaCl menghasilkan densitas yang berbeda-beda pula. Semakin
tinggi konsentrasi larutan, densitasnya juga semakin besar. Hal ini disebabkan
karena semakin tinggi konsentrasi suatu larutan, menunjukkan jumlah partikel
dalam larutan tersebut semakin banyak. Dengan kata lain, konsentrasi suatu
larutan berbanding lurus dengan densitas larutan. Volume molal parsial sangat
dipengaruhi oleh konsentrasi dari larutan tersebut. Semakin tinggi
konsentrasinya maka volume molal parsialnya semakin tinggi pula atau dengan
kata lain berbanding terbalik. Volume molal dari suatu komponen larutan dapat
diukur dengan membagi volume total dari larutan dengan jumlah mol komponen
larutannya. Konsentrasi suatu zat sangat berpengaruh terhadap berat piknometer yang
nantinya akan ditimbang. Semakin tinggi konsentrasinya maka semakin berat pula
piknometer tersebut. Hal ini dapat terjadi karena penyusun dari larutan NaCl
yang konsentrasinya besar lebih banyak mengandung zat NaCl daripada air sehingga
beratnya menjadi lebih besar, yang kita ketahui bersama bahwa NaCl adalah suatu
padatan yang dibuat menjadi larutan, NaCl memiliki berat molekul yang lebih
tinggi daripada air (pelarutnya).
Volume total sangat
bergantung pada komposisi pelarut dan zat terlarut titik didih proses kelarutan
maka akan tersolvasi dalam pelarut sehingga molekul zat terlarut akan
dikelilingi oleh molekul-molekul pelarut. Banyaknya molekul pelarut yang
mengelilingi zat terlarut bergantung pada jenis zat terlarut dan pelarut yang menyebabkan
zat terlarut membutuhkan volume tertentu volume molar parsial adalah grafik
volume total, ketika jumlah x berubah sedangkan tekanan temperatur dan jumlah
komponen lain tetap. Definisi ini menunjukkan bahwa ketika komposisi campuran
berubah besar maka volume total campuran berubah besar pula. Volume molar
parsial garam pada pengenceran tak terhingga dalam pelarut campuran ditentukan
dari korelasi data empiris. Efek pelarut campuran pada densitas dan volume
molar parsial dari garam diprediksi dengan baik oleh model molekuler
(Kohns et al., 2018).
DAFTAR PUSTAKA
Anggraini, S.A., S. Yuniningsih dan
M.M. Sota. 2017. "Pengaruh pH Terhadap Kualitas Produk Etanol dari
Molasses Melalui Proses Fermentasi". Jurnal Reka Buana. Vol.
2 (2) : 99-105.
Kohns, M., M. Horsch dan H. Hasse.
2018. “Partial molar volume of NaCl and CsCl in mixtures of water and
methanol by experiment and molecular simulation”. Fluid Phase Equilibria.
Vol. 458 (1) : 30–39.
Murthy, T.S. 2020. “ Partial Molar
Volimes and Thermodynamic Properties of Alkali Metal Halides in 10% Ethanol
Water Mixture.” International Journal of Chemistry and Tecnology. Vol.
4(2): 109-120.
Rohyami, Y. 2018. Kimia Fisik.
Yogyakarta: Deepublish.
Rusman. 2018. Gas dan
Termodinamika. Banda Aceh: Syah Kuala University Press.
Komentar
Posting Komentar